FENOMENA GEGAR BUDAYA MAHASISWA INDONESIA DALAM 
PROGRAM IISMA (INDONESIAN INTERNATIONAL STUDENT 
MOBILITY AWARDS) DI KANADA
0 Eksemplar Tersedia
Kembali ke Katalog

FENOMENA GEGAR BUDAYA MAHASISWA INDONESIA DALAM PROGRAM IISMA (INDONESIAN INTERNATIONAL STUDENT MOBILITY AWARDS) DI KANADA

ADELINNE MORTINA

ADELINNE MORTINA
ISBN/ISSN
Tahun Terbit 2024
Penerbit Institut Pariwisata Trisakti
Tempat Terbit Jakarta
Deskripsi Fisik -
Nomor Panggil -
Klasifikasi -
Bahasa Indonesia
Jenis Media Proyek Akhir

Catatan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesempatan belajar di luar negeri menawarkan pengalaman yang tak ternilai dalam pengembangan pribadi dan profesional mereka. IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) merupakan salah satu dari delapan program flagship di bawah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena gegar budaya mahasiswa Indonesia dalam program IISMA (Indonesia Internasional Student Mobility Awards) di Kanada. Per ner litian ini mer ngadopsi per nder katan kur alitatif ber rdasarkan paradigma konstrur ktivismer . Hasil penelitian menyampaikan bahwa fenomena-fenomena gegar budaya yang di alami mahasiswa program IISMA di Kanada. Peneliti menemukan bahwa gegar budaya yang dialami mahasiswa IISMA di Kanada disebabkan oleh perbedaan budaya, interaksi sosial, lingkungan, sistem pendidikan, dan hambatan bahasa. Tantangan perbedaan budaya seperti individualisme, kearifan sosial, dan praktik sosial seperti memberi tip. Interaksi sosial multikultural di Kanada sering membuat mahasiswa pertukaran merasa terisolasi. Perbedaan lingkungan antara Indonesia dan Kanada, termasuk cuaca empat musim dan masalah sosial seperti legalisasi ganja, menimbulkan kejutan budaya. Sistem pendidikan di Kanada mendorong kemandirian dan aplikasi teori praktis, berbeda dengan pendekatan formal di Indonesia. Hambatan bahasa menjadi tantangan besar bagi mahasiswa pertukaran di Kanada, mempengaruhi interaksi sosial dan kesehatan mental mereka dalam beradaptasi. Lima faktor utama yang ditemukan adalah perbedaan budaya, interaksi sosial, sistem pendidikan, tingkat stres, dan hambatan bahasa. Perbedaan budaya individualistis di Kanada menghambat kerja kelompok, sementara kurangnya interaksi sosial bisa mengurangi kinerja akademik mahasiswa pertukaran. Mahasiswa IISMA di Kanada mengatasi gegar budaya dengan tiga cara: mengalokasikan waktu untuk beradaptasi alami, berinteraksi sosial dan membangun hubungan dengan masyarakat lokal, serta menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Daftar Eksemplar

Kode Item No. Panggil Jenis Status Lokasi
PA00121S ADELINNE MORTINA 2042010027 Laporan Akhir Missing Perpustakaan Lt. 2

Berkas Lampiran (E-Book / PDF)

Dokumen lampiran hanya dapat diakses oleh Anggota Perpustakaan terdaftar. Silakan login terlebih dahulu.

Login Anggota untuk Membuka

Pengaturan Cookie

Kami menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami. Pelajari lebih lanjut.