Trisakti Institute of Tourism Library
Disertasi
MODEL PENGEMBANGAN KUNJUNGAN WISATA GASTRONOMI KESULTANAN BANTEN: PERAN NOVELTY SEEKING, PERCEIVED AUTHENTICTY, DAN INTENTION TO PURCHASE ETHNIC FOOD MELALUI PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan Augmented
Reality (AR) memengaruhi persepsi wisatawan terhadap keaslian dan perilaku
pencarian hal baru, serta dampaknya pada niat membeli makanan etnis Banten dan
niat mengunjungi Banten sebagai destinasi wisata. Fenomena yang mendasari
penelitian ini adalah penurunan jumlah wisatawan di Banten dalam beberapa
tahun terakhir, yang memicu kebutuhan akan inovasi dalam strategi promosi
wisata. Selain itu, perilaku wisatawan menunjukkan kecenderungan baru, di mana
mereka semakin tertarik untuk mencoba makanan lokal sebagai bagian dari
pengalaman wisata secara keseluruhan. Namun, hingga saat ini, teknologi AR
belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mempromosikan wisata gastronomi
di Banten. Sampel penelitian terdiri dari 338 wisatawan di Jakarta yang tertarik
pada wisata budaya dan kuliner. Para peserta disajikan presentasi AR yang
menampilkan makanan etnis Banten, termasuk gambar, deskripsi bahan, dan
metode memasak tradisional, sebelum mereka mengisi kuesioner. Hasil analisis
menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan Partial Least Squares
(PLS) menunjukkan bahwa penggunaan AR secara signifikan meningkatkan
persepsi keaslian dan mendorong perilaku pencarian hal baru. Keaslian yang
dirasakan dan pencarian kebaruan berpengaruh positif terhadap niat membeli dan
niat berkunjung, meskipun perilaku pencarian kebaruan tidak berdampak langsung
pada niat kunjungan. AR juga berperan secara tidak langsung dalam
meningkatkan niat berkunjung melalui peningkatan niat beli. Temuan ini
menunjukkan potensi besar AR sebagai alat promosi yang efektif untuk wisata
kuliner dan budaya di Banten. Dengan implikasi praktis yang signifikan,
penelitian ini merekomendasikan penggunaan AR sebagai bagian dari strategi
pemasaran pariwisata untuk merespons penurunan wisatawan dan memperkuat
daya tarik wisata gastronomi, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan
kunjungan wisatawan ke Banten.
Tidak tersedia versi lain